Fitur Red Hat Enterprise Linux 7 Akan Datang

Bertepatan dengan ajang Red Hat Summit dua pekan yang lalu, diungkapkan rencana rilis RHEL 7, yang menjanjikan serangkaian fitur-fitur baru yang akan mengiringi generasi ke 7 Distro skala perusahan Red Hat Enterprise Linux disingkat RHEL 7. Pengguna dapat mencobanya sekarang dengan mengunduh kandidat rilis RHEL 7 RC tersedia secara bebas sejak satu pekan lalu.

rhel7-morning-bnr-640

.
Diantara fitur-fitur baru adalah termasuk Kontainer Virtualisasi berikut Docker, dan XFS yang digunakan secara default, disamping memasang desktop Gnome 3 dalam modus klasik, segelintir dari segudang fitur-fitur baru yang telah disiapkan untuk RHEL generasi 7 ini. Semuanya telah diungkapkan secara rinci di ajang Red Hat Summit di San Francisco pada tanggal 14-17 April 2014, atau sekitar tiga setengah tahun setelah pengenalan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 6 pada tanggal 10 November 2010 lalu.

Distro skala perusahan generasi baru ini diklaim memiliki konsep jauh lebih modern dan dilengkapi dengan desktop standar, walaupun dalam hal ini jarang digunakan. RHEL 7 menyertakan Docker sebagai alat pengelola kontainer Virtualisasi yang saat ini lagi ngetrend. Docker dapat menggabungkan aplikasi bersama-sama dengan komponen sistem dan perpustakaan untuk paket-paket yang dibutuhkan, dan dijalankan dengan teknik namespace bersama kernel Linux. Didalam “Linux Containers” ini, perangkat lunak termasuk segenap lingkungan sistem di-operasikan langsung di bawah kernel host, tanpa perlu memperhatikan proses yang yang terjadi dibaliknya (host).

Hal tersebut memberikan keuntungan dalam pemangkasan overhead dari sistem Virtualisasi bawaan KVM atau Xen. Lebih dari itu, Docker juga menyediakan berbagai fitur untuk memfasilitasi pemerataan dan pengelolaan aplikasi didalam kontainer. Software Container di RHEL 7 juga berkaitan dan bekerjasama erat dengan systemd. Pengamanan dengan SELinux yang dimanfaatkan RHEL7, juga ditugaskan untuk mempersulit upaya membobol dinding kontainer.

Secara default installer pada RHEL 7 akan memasang sistem berkas XFS di semua partisi, termasuk partisi root dan juga pada partisi untuk data pengguna, termasuk partisi /boot/. XFS juga telah divermak agar dimungkinkan penggunaan sistem penyimpanan data mendukung ukuran harddisk yang besar dimasa depan dengan batasan kapasitas volume sampai 500 TB, atau lima kali lebih banyak dari batasan saat ini sebesar 100 TB. Distro Linux yang memperdayakan sistem berkas Ext4 saat ini umumnya mampu memfasilitasi hingga 50 TB disk. Sementara sistem berkas yang umum digunakan oleh kebanyakan distribusi Linux,pada hakekatnya hanya mendukung maksimal 16 TB, termasuk pada RHEL 6. Sistem berkas masa depan Btrfs juga disediakan bersama RHEL 7, namun masih dalam status Teknologi Preview, atau tidak termasuk dalam jaminan kontrak langganan dukungan.

Secara default RHEL 7 menyediakan Desktop yang menggunakan versi Gnome 3.8 dalam modus klasik yang tanpilannya lebih menyerupai Gnome 2. Dengan kata lain, pengguna perlu banyak belajar untuk membiasakan pengoperasian desktop.

Jarak pengembangan all-new RHEL 7 sekitar 4 tahun menunjukkan perbedaan teknologi yang cukup signifikan dibandingkan generasi RHEL 6. Banyak komponen RHEL 7 jauh lebih modern daripada di RHEL6, seperti halnya pada kernel 3.10 yang kini digunakan, jika dibandingkan dengan kernel Linux 2.6.32 pada RHEL 6. Seperti biasanya, Red Hat telah menyisipkan beberapa fitur yang dicanangkan untuk versi kernel berikutnya. RHEL 7 juga sudah memasukkan Kpatch, yaitu teknik Live-patching yang memungkinkan untuk melakukan perbaikan keamanan tanpa perlu melakukan reboot. Kpatch juga pada saat ini masih termasuk dalam kategori Technology Preview. Kecuali itu, RHEL 7 telah mendukung Secure Boot.

Virtualisasi KVM masih tetap menjadi pilihan solusi utama. Dengan demikian mesin Virtualisasi akan lebih mudah ditingkatkan bila bermigrasi dari RHEL 6 ke RHEL 7. Untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan MySQL, secara default Red Hat menyediakan versi 5.5 dari MariaDB sebagai turunan MySQL. Untuk web server, Distro ini dilengkapi dengan Apache Httpd versi 2.4. Sebagai sistem start digunakan Systemd menggantikan Upstart, yang bersama dengan Control Groups juga bertindak sebagai pengelola sumber daya. Peningkatan juga dilakukan pada paket-paket aplikasi Samba, LDAP dan sshd untuk mendukung pengeloaan akun pengguna secara terpusat, yang berfungsi tidak hanya pada sistem Linux, namun juga di lingkungan heterogen menggunakan Windows Active Directory, yang secara keseluruhannya diklaim terintegrasi lebih baik pada RHEL 7.


Application Centric Packaging with Docker

Segudang informasi tentang pembaruan di RHEL 7 tersedia, termasuk slide presentasi dan video yang dipamerkan di Red Hat Summit 2014. Tiga materi seminar berupa PDF yang membahas seputar kontainer Virtualisasi, adalah: Portable, lightweight, & interoperable Docker containers across Red Hat solutions, Linux containers in Red Hat Enterprise Linux 7 beta, dan Application-centric packaging with Docker & Linux containers. Bagi yang berminat, tersedia slide presentasi cukup informatif disini, sementara rekaman yang dipublikasikan di YouTube melengkapi rangakaian materi promosi tentang RHEL 7.


Red Hat Enterprise Linux Roadmap - Part-1


Red Hat Enterprise Linux Roadmap - Part-2